Tuesday, August 30, 2005

Susahnya jadi orangtua

Aku sering kali merasa frustasi saat sedang mengasuh anak. Aku kira, hanya aku sendiri yang mengalami itu, tapi ternyata itu jadi masalah buat kebanyakan orang tua. Apalagi kalau anaknya sudah mulai besar dan mempunyai ego sendiri....Artikel di bawah ini cukup membantu juga buat orang tua-orang tua yang suka frustasi saat mengasuh anaknya. Semoga berguna

5 Pertanyaan Favorit Orang Tua!

Jakarta, Jum'at

Tak ada orang tua yang sempurna. Di sisi lain, tak ada pula anak yang sempurna. Jadi, wajar-wajar saja kalau Anda pernah merasa kesal, marah, bahkan frustrasi.

Berikut pertanyaan-pertanyaan seputar masalah mendidik anak yang kerap dilontarkan orang tua.

Kadang saya merasa begitu frustrasi. Apakah ini normal?

Ya. Semua orang tua pasti pernah merasa frustrasi. Mengurus anak memang memerlukan waktu yang lama dan energi. Mengasuh anak jadi terasa lebih berat begitu Anda punya masalah dalam kehidupan Anda sendiri. Misalnya, masalah di kantor, keuangan, atau hubungan dengan pasangan.

Karena itu, untuk menjadi orang tua yang baik dan efektif, Anda harus pandai-pandai menjaga diri sendiri. Dengan kata lain, dapat menolong atau mengatasi masalah Anda sendiri.

Apa yang harus dilakukan jika merasa frustrasi?

Beristirahatlah. Setiap orang membutuhkan istirahat dari tugasnya sebagai orang tua. Jika Anda punya pembantu atau orang dewasa lainnya yang bisa dipercaya menggantikan tugas Anda sementara, jangan sia-siakan kesempatan itu. Contohnya, minta pasangan menjaga anak-anak dan Anda dapat pergi dengan teman-teman untuk beberapa saat. Jika Anda berstatus orang tua tunggal, minta tolong pada teman atau saudara untuk menggantikan tugas Anda untuk beberapa saat.

Kadang saya kehilangan kesabaran lalu marah. Apakah itu berarti saya orang tua yang tidak baik?

Tidak. Banyak orang tua hilang kesabaran menghadapi anak-anaknya. Boleh-boleh saja marah, tapi jangan sampai memukul atau "mengusir" anak. Jika merasa benar-benar marah, beristirahat dan menjauhlah dari anak. Tarik napas dalam-dalam, telepon teman untuk menenangkan diri, atau kerjakan sesuatu yang membuat Anda sibuk dan melupakan kemarahan. Jika hampir setiap hari merasa ingin marah, susah mengontrol emosi, mungkin Anda perlu pertolongan. Coba bicarakan hal ini dengan dokter atau psikolog.

Bolehkah memukul anak?

Memukul bukan suatu tindakan yang terbaik untuk mengajarkan disiplin pada anak-anak. Tujuan dari disiplin adalah mengajar anak agar dapat mengontrol diri sendiri. Memukul hanya membuat anak berhenti berbuat karena takut. Ada jalan yang lebih baik agar anak menjadi disiplin.

Cara yang terbaik untuk mengajar anak adalah "mengalihkan". Ketika mengalihkan anak, berarti Anda mengubah kelakuan buruk yang tidak dapat diterima dengan kelakuan yang baik. Contohnya, jika anak melempar bola di dalam rumah dan Anda tidak setuju, ajak dia keluar dan ajak ia main lempar bola di halaman.

Untuk anak yang sudah agak besar, jelaskan baik-baik padanya. Perlihatkan akibat dari tindakannya dan beri sanksi atas perbuatannya. Contohnya, anak diberi tugas menyiapkan peralatan makan malam tapi dia tidak melakukannya. Nah, saat dia minta makan, katakan padanya untuk menunggu karena tugasnya tidak dilakukan dan sebagai gantinya dia harus membereskan meja usai makan malam.

Bagaimana caranya menjadi orang tua yang baik?

Tidak ada cara yang baik untuk membesarkan anak dan tidak ada seorang pun bisa menjadi orang tua yang sempurna. Begitu pula tak ada seorang anak pun yang sempurna. Tetapi ada beberapa petunjuk agar anak tumbuh dengan sehat dan bahagia.

TIPS UNTUK ORANG TUA

1. Tunjukkan kasih sayang. Setiap hari, katakan padanya, "Ibu sayang kamu, kamu buah hatiku". Beri ia banyak sentuhan dan ciuman.

2. Dengarkan ketika anak-anak bercerita. Beri pula komentar dan dengar kembali apa reaksi mereka.

3. Ciptakan rasa aman. Lindungi mereka jika mereka merasa takut. Perlihatkan bagaimana Anda selalu berusaha melindungi mereka.

4. Sediakan semua kebutuhannya. Buat jadwal makan, tidur, main, Jika Anda mengubah jadwal, katakan padanya.

5. Puji. Ketika mereka belajar sesuatu yang baru atau berperilaku baik, katakan padanya, Anda bangga padanya.

6. Kritik perilaku yang salah, bukan anaknya. Jika anak berbuat kesalahan, jangan katakan, "Kamu salah!" Sebaliknya, jelaskan padanya, kesalahan yang telah dilakukannya. Misalnya; "Berlari ke jalan raya tanpa melihat kiri-kanan, sangat berbahaya, lo. Jadi, harus tengok kanan-kiri dulu." Ini jauh lebih baik dan bijaksana dibanding Anda mengatakan, "Kamu ini bagaimana, sih? Kok, main nyelonong saja!"

7. Konsisten. Aturan Anda tidak harus sama dengan aturan di keluarga lain. Yang pasti, harus selalu jelas dan konsisten. Konsisten berarti aturan mainnya sama setiap waktu. Jika kedua orang tua membesarkan anak, keduanya harus menggunakan aturan yang sama. Juga pembantu, saudara, harus mengikuti dan mengetahui aturan yang Anda buat bersama.

8. Lewatkan waktu bersama anak. Pergi atau main bersama, mem-bersihkan rumah bersama. Pendek kata, selalu libatkan anak. Yang di-butuhkan anak adalah perhatian. Jika ia bertingkah laku buruk, biasanya berarti ia mencari perhatian Anda. (Tabloid Nova)

Wednesday, August 24, 2005

Kemauan...

Apa yang membuat kita berbeda dengan orang malas? Kemauan, itu menurut pendapatku. Jadi ingat sebuah pepatah yang berbunyi di mana ada kemauan di situ ada jalan. Mungkin anda semua sudah sering dengar pepatah itu....dan mungkin anda menganggapnya klise...tapi beberapa kali aku lihat kejadian-kejadian di sekelilingku....pepatah itu bukan hanya bualan kosong semata. Pepatah itu pasti dibuat oleh orang yang bijak, atau oleh seseorang yang tekun dan ulet. Beberapa waktu lalu (tepatnya lupa) aku melihat tayangan di televisi, tentang seorang nenek yang sudah berumur 70 menjelang 80 masih tetap berjualan makanan camilan khas daerahnya (lupa di mana antara di Padang atau Makassar).

Walaupun nenek itu sudah tua, tapi dia tidak mau duduk dan tinggal diam. Ia juga tidak mau dikasihani. Prinsipnya selama dia masih mempunyai tenaga untuk berjualan dia tidak akan berhenti berjualan. Pagi-pagi dia sudah menyiapkan barang dagangannya, dari belanja keperluan hingga menyiapkan peralatannya. Berjualan selama berjam-jam dengan keuntungan yang tidak seberapa, tapi ia tetap tekun dalam melakoni pekerjaannya. Itu karena dia tidak mau dikasihani dan mempunyai kemauan yang keras.

Lain waktu aku melihat sebuah kejadian yang juga menarik perhatian. Saat itu aku sedang naik bis menuju ke kantor. Lalu naik seorang pengamen dengan membawa gitarnya. Waktu itu aku berpikir...ah hanya seorang pengamen biasa (itu karena aku tidak begitu memperhatikan), sampai kemudia ia mulai memainkan gitarnya...ternyata gitar itu dilengkapi dengan speaker-speaker kecil yang built in dengan gitarnya. dan saat ia memainkan gitar...ternyata cukup bagus (suaranya juga lumayan), tapi yang membuat aku kagum adalah, tangan kanannya buntung pada bagian pergelangan tangannya, jadi ia memainkan gitarnya dengan alat bantu yang dijepitkan di lengannya. Masya Allah...walau cacat ia tetap kreatif dan mempunyai kemauan supaya tidak hanya dikasihani.

Lain hari, aku melihat seorang kakek-kakek yang masih berjualan sayuran dengan menggunakan pikulan, walau dia sudah tertatih-tatih dalam membawa pikulnya. Keranjangnya diisi bayam, kangkung, pepaya yang katanya dari hasil kebunnya sendiri...duuuh kakek....kenapa dia masih keliling di panas-panas hari padahal di usiamu itu, engkau seharusnya sedang menikmati hari tuamu. Tapi itu yang ada di mataku, mungkin bagi si kakek itu adalah caranya untuk menikmati sisa hidupnya, dengan menjajakan sayuran dengan harga miring bagi orang-orang yang membelinya. Itu karena ia mempunyai kemauan.

Di lain waktu saat dalam bis menuju ke kantor, aku dikejutkan dengan suara keras dari seorang anak muda yang masih kuat dan gagah yang baru saja naik ke dalam bis yang aku tumpangi. Ternyata dia sedang membacakan sebuah sajak (kalau tidak mau dikatakan sedang mengemis). Secara garis besar dia berkata seperti ini.."mohon maaf para penumpang semua, saya begini karena terpaksa, untuk bisa makan, karena tidak ada orang yang mau memperkerjakan saya, daripada saya menodong atau menjambret, lebih baik saya meminta pada bapak, ibu sekalian...dsb"

Aduuh padahal kalo dilihat, ia seorang masih muda dan kuat. Kalau saja dia mau, dia bisa bekerja apa saja yang penting halal. Tapi sepertinya dia lebih memilih jalan itu karena itu menghasilkan duit dengan cepat dan tanpa perlu usaha! (kecuali nebelin muka, alias gak tau malu!)....padahal sering lihat...anak-anak kecil yang bangun pagi-pagi datang ke agen-agen koran dan kemudian mengantarkan koran-koran itu ke langganannya atau menjualnya di perempatan-perempatan lampu merah. Atau bapak-bapak yang membawa termos-termos bekas keliling kampung (entah itu termos mau dijual lagi atau mau diservis) dan bapak-bapak atau anak muda yang keliling kampung dengan modal kaleng dan batu (trus dikocok-kocok) menawarkan jasa memijatnya...

Pokoknya...sebetulnya kita masih bisa berusaha apapun yang halal untuk bisa mendapatkan penghasilan yang penting adalah kita punya kemauan dan mau berusaha.

Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, Engkau jadikan aku salah satu orang yang beruntung yang diberi kesempatan untuk mempunyai pekerjaan yang cukup memadai. Semoga aku tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah Engkau diberikan ini.