"Rapat lagi????!!", Tanya ibuku. "Iya bu...kali ini lokakarya untuk team building, ibu bisa ikut kan...bantu aku momong Rakan. Tempatnya di Anyer bu, pinggir pantai...Rakan pasti suka..." jawabku. "Bisa aja sih, tapi gak lama-lama kan?" tanya ibuku lagi. "Gak kok bu, cuma 3 hari" aku menjawab. "Bukan apa-apa, soalnya ibu ada pertandingan bola voli nih" sahut ibuku. "Ya sudah, nanti minta tolong bapak untuk menjemput, supaya kita bisa pulang duluan" ujarku.
Itu adalah sekelumit percakapan antara aku dan ibuku minggu lalu, soal bisa atau tidaknya dia menemani aku ke Anyer, karena aku harus mengikuti workshop dari kantorku. Aku terpaksa meminta bantuan ibuku, karena kalau aku rapat ke luar kota, aku harus mengajak Rakan, anakku, karena dia masih minum ASI.
Untungnya kebijakan di kantorku memungkinkan aku membawanya serta. Itulah keuntungan bekerja di LSM, gak untungnya, ya itu tadi....seringkali harus rapat di luar kota dan ini agak memberatkan buatku karena aku harus mengajak serta anakku, dan juga seseorang yang bisa mengasuhnya selama aku rapat, dalam hal ini ibuku yang membantu.
Akhirnya, jadilah ibuku menemani aku ikutan workshop. Kali ini workshop bertempat di sebuah hotel di pinggiran pantai Anyer. Walau aku tahu ibu mau ikut hanya karena Rakan bukan aku, tapi itu sudah membuatku tenang.
Sepanjang perjalanan ke Anyer, Rakan tampak gembira sekali. Ia mengoceh terus, bahkan yang biasanya dia akan mengantuk jika dalam perjalanan, hari itu dia tidak mengantuk sedikitpun. Rakan mengoceh terus sepanjang jalan. Dia memang senang bepergian. Mungkin karena sejak hamilpun dia sudah sering aku ajak pergi ya...hihihihi..
Setibanya di sanapun dia sangat antusias...mondar mandir keliling kamar, mengamati semua sudut kamar. Apalagi waktu dia diajak melihat pantai...wah tampak seperti orang yang sudah lama tidak pulang kampung. Rakan juga senang sekali waktu dia pertama kali memegang pasir...mungkin baginya rasa pasir di tangannya itu sangat exciting.
Tapi ya itu tadi, seperti biasa, ibu kurang bisa menikmati suasana di sana, terlebih lagi makanannya. Satu-satunya yang menghibur ya cuma Rakan itu. Padahal pemandangan di sana cukup indah.
(ini adalah pemandangan di tepi pantai tempat nginapku. Indah kan
)
Aku dan Rakan...melihat sunset..
Rakan bergaya....cute isn't he?
Ibu memang sangat menyayangi Rakan, karena dia cucu pertama, laki-laki pula. Dulu ibu memang mendambakan punya anak laki-laki, tapi karena suatu hal, beliau tidak bisa hamil lagi. Karena itu ibu mau berkorban, ikut rapat denganku, untuk bisa selalu dekat dengan Rakan. Padahal aku pernah bicara padanya, kalau memang keberatan ikut, aku bisa minta bantuan orang lain untuk ikut, tapi karena ibu tidak bisa berpisah lama-lama dengan Rakan, maka akhirnya ibu mau ikut.
Itu hanya salah satu contoh pengorbanan ibu buatku, ada banyak pengorbanan lagi yang telah ibu buat untukku, disadari atau tidak. Dengan gaya khasnya, yang kadang terkesan cuek atau acuh, sebenarnya ibu adalah seorang yang perhatian. Tapi sekali lagi, gaya ibu memang lain dalam mengungkapkan perhatian. Orang lain mungkin akan melihat bahwa ibu itu galak dan cuek, tapi itulah cara ibu untuk mengungkapkan perhatiannya.
Ibu...terima kasih atas segala pengorbanan yang telah ibu lakukan buat aku. Aku sadar, aku belum banyak membalas segala perhatian dan kasih sayangmu, tapi aku akan terus berusaha bu....dan yang pasti aku sayang ibu....
I love you mom....